[FF/Prolog/PG-13] Because I Hear Ur Heart

June 13th, 2011. 2:13 pm.

Prologue – Pria berjaket hitam itu berulang kali mencoba mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Dua jam yang lalu sejak pesawat yang ditumpanginya itu diterbangkan, ia terus saja berlaku seperti itu. Entah kenapa penerbangannya kali ini benar-benar membuatnya khawatir setengah mati. Padahal ini bukanlah pertama kalinya pria itu menaiki kendaraan udara yang bernamakan pesawat.

Tidak sengaja mata pria itu melirik secangkir kopi yang sudah sedari tadi disediakan oleh pramugari pesawat. Dengan tangan yang bergetar, ia mencoba meraih cangkir kopi itu. Berharap setelah meminumnya ia dapat merasakan ketenangan setidaknya sebentar saja.

Satu tegukan… dua tegukan… tiga tegukan…

Sampai di tegukan terakhir, pria itu kembali meletakkan cangkir kopinya ke tempat semula. Ia lalu menghela nafasnya sejenak, kemudian meletakkan telapak tangan kanannya tepat di depan dadanya-merasakan detak jantungnya yang sudah berdetak dalam skala normal dibandingkan sebelumnya.

Tapi tak lama setelah itu ia kembali merasakan jantungnya memacu 3x lebih cepat tak kala ia mendengar suara salah satu pramugari yang mengumumkan; pesawat yang ditumpanginya ini akan mendarat dalam waktu 10 menit lagi.

Dengan cepat tangan pria itu merayap berpindah dari dadanya ke lehernya-meraih sebuah kalung berbentuk salib miliknya, lalu mulutnya mulai berkomat-kamit membaca doa meminta supaya pendaratannya nanti akan selamat.

Kursi-kursi pesawat yang diduduki penumpang mulai terasa bergoncang, seluruh orang-orang seketika kisruh, beberapa diantaranya ada yang berteriak-teriak; takut jika sesuatu hal yang sangat tidak mereka inginkan akan terjadi. Sekali lagi suara pramugari terdengar lantang berteriak agar semua penumpang tetap tenang dan menyuruh mereka untuk mengencangkan sabuk pengamannya masing-masing.

Sementara itu, pria tadi terus saja merasakan jantungnya berdebar semakin cepat dan cepat setiap detik. Ia memejamkan kedua matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kencang, entah sejak kapan pikiran-pikiran buruk mulai merasuki otaknya. Seketika itu juga wajahnya memucat dan tangannya bergetar hebat.

Beberapa menit kemudian goncangan yang tadi terasa di pesawat itu perlahan mulai mereda. Pendaratan selamat, begitulah pengumuman yang diucapkan pramugari. Masing-masing dari penumpang pesawat menghela nafas lega-tak terkecuali pria itu.

Perlahan pria itu membuka matanya, dan pandangannya langsung tertuju pada kaca jendela pesawat-memperhatikan keramaian orang-orang di bandara kota tempatnya berada kini. Kedua sudut bibir pria itu tertarik ke dua sisi, membentuk sebuah garis bernama senyuman.

…Welcome back to Seoul, Kyuhyun-ah.

-to be continued-

Advertisements

About sehvnhan

Just a little girl who lives in her imagine world.

Posted on December 13, 2011, in Because I Hear Ur Heart, Fanfiction, Prolog and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: