Hey boy, I miss you.

image

Bukan ff, hanya sebuah postingan random. Lol.

Hai. Apa kabar? Masih ingat denganku? Aku, yang dulu, 3 hari berturut-turut selalu kamu datangi mimpinya.

Sekarang, aku ingin bertanya sesuatu hal padamu. Kamu kemana? Kenapa tidak pernah lagi datang ke mimpiku? Kenapa tidak pernah memainkan lagi lagu ‘Tears in Heaven’ dengan pianomu itu di mimpiku?

Apa kamu tahu? Aku merindukanmu.

Oke. Aku tahu pernyataanku yang barusan itu adalah pernyataan yang bodoh. Bagaimanapun, aku sama sekali tidak mengenalmu. Aku hanya… Mengenalmu di dunia mimpiku.

Dunia mimpiku yang tidak nyata.

Bagaimana bisa aku merindukan sosok yang tidak nyata sepertimu itu?

Apa kamu masih ingat dengan 3 hari yang kita lalui dulu di mimpiku? Walaupun kita melalui 3 hari itu tidak dengan waktu yang lama dan hanya di dalam mimpi, tapi aku tetap terkesan.

Aku masih ingat… Di hari pertama kamu datang ke dunia mimpiku-yang secara tiba-tiba itu, aku masih ingat bagaimana kamu mengatakan sederetan kalimat yang mampu membuat jantungku berhenti berdetak selama 3 detik.

“Aku suka padamu”

Kamu mengatakan itu sambil memainkan lagu Tears in Heaven di piano itu. Aku tidak tahu kenapa kamu memainkan lagu itu, padahal kalau di pikir-pikir… Lagu yang kamu mainkan itu sama sekali tidak ‘nyambung’ dengan pernyataanmu barusan.

Kamu terus memainkan lagu itu seraya menungguku mengeluarkan suara, merespon pernyataan… Err, cintamu itu.

Pernyataan cinta? Bagaimana bisa?

Saat itu di mimpiku, aku merasa, aku belum pernah mengenalmu sama sekali. Dan kupikir, kamu juga merasakan hal yang sama denganku. Lalu… Bagaimana bisa, secara tiba-tiba kamu datang ke ruang musik, mengangguku yang sedang memainkan piano itu, dan mengatakan… “Aku suka padamu” kepadaku secara langsung tanpa perlu berbasa-basi terlebih dahulu?

Tapi, setelah itu, aku tidak tahu, bagaimana bisa aku mengucapkan sebuah kalimat yang bahkan, tidak pernah kubayangkan akan keluar dari mulutku.

“Aku juga suka padamu”

Bagaikan sebuah novel, jalan cerita mimpiku seperti telah di atur. Demi Tuhan, aku mengucapkan kalimat itu secara tidak sadar!

Aku melihat kamu tersenyum, kupikir itu adalah efek dari kalimat yang baru saja kuucapkan tadi. Jari-jarimu kini bahkan terlihat lebih bersemangat di bandingkan sebelumnya saat menekan tuts-tuts piano, memainkan lagu Tears in Heaven itu.

Dan saat itulah, aku terbangun dari mimpiku. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, merasa tidak percaya bahwa tadi aku hanya sedang bermimpi.

Semuanya benar-benar terasa sangat nyata.

Hari kedua. Kamu datang lagi ke mimpiku. Dan apakah kamu tahu, saat melihatmu untuk kedua kalinya di mimpiku, aku merasa… Sangat senang sekali.

Perasaan senangku seperti perasaan senang seseorang ketika mendapatkan sebuah barang yang sudah di idam-idamkan sejak lama secara tiba-tiba.

Di hari kedua, kamu mengajakku jalan-jalan. Sebuah rutinitas yang sudah biasa di lakukan oleh sepasang… Kekasih.

Ya, seperti di kehidupan nyata, mimpiku di hari pertama itu ternyata berlanjut di hari kedua.

Dan… Semenjak kedatanganmu yang kedua di mimpiku itu, aku merasakan sesuatu hal yang sampai saat ini pun masih belum dapat kupercayai.

Rasa cinta. Pada sosok yang tidak nyata, sosok yang hanya ada di mimpiku saja.

Hari ketiga. Kamu datang lagi. Aku tidak tahu mesti merasa senang atau sedih saat melihat kedatanganmu di hari ketiga itu.

Di hari ketiga itu… Kamu melamarku. Aku kaget bukan main! Bagaimana bisa, hanya dalam kurun waktu 3 hari kita berpacaran kamu bisa melamarku secepat ini?

Tapi, tidak bisa kupungkiri. Perasaan senangku membuncah. Adakah yang tidak senang di lamar oleh laki-laki baik dengan senyum menawan seperti kamu itu?

Aku terlalu senang, bahkan sampai tidak menyadari saat itu, saat kamu mengucapkan kata “Would you marry me?” itu wajahmu sama sekali tidak menunjukkan wajah senang, malah sebaliknya.

Aku baru sadar akan hal itu saat hari keempat, hari di mana kamu tidak datang ke mimpiku…

Hari kelima. Hari keenam. Hari ketujuh. Bahkan sampai hari kedelapan, kamu juga tidak kunjung datang…

Apa saat-saat bersamamu itu hanya dapat berlangsung selama 3 hari berturut-turut?

Aku merindukanmu. Aku merindukanmu. Aku merindukanmu! Apakah kau tahu itu? Harus di mana aku mencarimu, pangeran pianoku?

Harus di mana aku mencarimu selain di mimpiku?

Kau tidak nyata. Dan tidak akan pernah jadi nyata. Aku tahu betul itu.

Maka dari itu… Kumohon, kembalilah. Kembalilah ke mimpiku, kembalilah menjadi sosok kekasih di mimpiku…

Kalaupun tidak bisa seperti dulu, yang 3 hari berturut-turut selalu datang ke mimpiku, tapi setidaknya kembalilah sebentar…

Ucapkan selamat tinggal padaku, ucapkan itu kalau kamu memang tidak akan pernah kembali ke mimpiku. Setidaknya itu akan sedikit mengurangi rasa lelahku karena setiap hari terus menunggumu datang.

Apa kamu tahu rasanya sangat lelah dan menyakitkan saat menunggu sesuatu yang tidak pasti kapan datangnya? Di tambah sesuatu itu tidak nyata?

Sekali lagi kumohon, kembalilah… Berikan aku kepastian. Apakah kamu akan datang atau tidak akan pernah datang lagi…

Aku sangat merindukanmu, pangeran pianoku…

Aiyaa, pasti kalian (yang baca postingan ini) bertanya-tanya dalem hati kaya gini, “Ini apa? Ini apa? Katanya bukan ff, tapi kok bahasanya penulisannya kaya ff?”

Yap! Ini emang bukan ff. Ini… Kisah nyata. Dan tokoh ‘Aku’ di tulisan di atas adalah gue sendiri, trolololol. Yah, jadi postingan ini bisa di bilang… Um, curcolan gue dalam bentuk penulisan ff, lol.

Well. Gue gak becanda pas bilang ini kisah nyata. Seriusan, segala tulisan gue di atas itu kisah nyata gue. Hampir setengah tahun gue nungguin cowok itu dateng lagi ke mimpi gue… Setengah tahun loh! Bukan waktu yang sebentar kan? Tapi… Dalam waktu setengah tahun itu, dia gak dateng-dateng juga :’)

Lebay ya kayanya? Cuman gara-gara seorang cowok yang nongol secara tiba-tiba di mimpi gue, gue bisa sampe segininya. Tapi, itu cowok… Bener-bener gak bisa di lupain.

Gue gatau kenapa gue ga bisa ngelupain dia, mungkin gue di pelet kali ya? *plak* *ngasal*

Hm, udahan aja deh curcolan gue soal cowok itu. Jujur aja, sekarang gue ini… Lagi mewek *dor* dan gue mewek itu ya gara-gara sekarang ini gue nginget-nginget cowok itu… Lol.

Ok, udahan ya. Bye. 🙂

xoxo, Istrinya Kyuhyun

Advertisements

About sehvnhan

Just a little girl who lives in her imagine world.

Posted on December 30, 2011, in My Notes and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: