I’m A Girl Who Loves You ~Sunyoung-Heechul story~

Hola! Ini lanjutan dari ff kemaren (Heart Sign For You ~Minsun-Kyuhyun story~) tapi dengan pairing yang beda mueheheh. Happy reading!


Annyeong haseyo~ kali ini kalian bertemu denganku. Tapi, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diriku.. Han Sun Young imnida. (^^)

Senang sekali ada yang ingin mendengarkan kisah cintaku dengan namjaku ini. Hehe..

Langsung saja.. EH! Tapi, sebaiknya kalian membaca juga diaryku.

Sebagai pelengkap sajaaa~ hahaha.. XD

Ohya, sebenarnya ini kisahku 5 tahun lalu. Saat aku masih berumur 17 tahun. (^w^)

 

I’M A GIRL WHO LOVES YOU ~Sunyoung-Heechul story~

–10 January 2005..

Entahlah, aku tidak tahu apa yang sebenarnya kupandang dari namja anggota klub buku itu. Wajahnya? Tidak terlalu ganteng, malahan terkesan ‘cantik’. Tapi, dia cukup manis kalau sedang tertawa. (n_n)

Tubuhnya? Tidak atletis. Kurus ceking begitu. Sampai-sampai aku pernah berpikir, apa di rumah dia tidak diberi makan oleh Eommanya?

Populer? Sama sekali tidak. Bagaimana ia bisa populer kalau kerjaannya setiap hari hanya membaca buku di perpustakaan sekolah saat jam istirahat? Tidak bergabung bersama anak-anak lain yang biasanya bermain basket ataupun bola di tengah lapangan.

Ya.. ia adalah seorang namja yang cukup aneh menurutku. Tapi, kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya sejak aku melihatnya di perpustakaan? <(o_O)>

.

.

–11 January 2005..

Namanya Kim Heechul. Tahun ini umurnya menginjak 18 tahun, 1 tahun diatasku. Sebenarnya masih banyak lagi yang aku tahu tentangnya. Aku tau semua hal itu karena aku membobol data di komputer sekolahku. PERBUATAN BODOH. (=.=)v Ya. Hal bodoh seperti ini baru sekali kulakukan. Untunglah perbuatanku itu tidak diketahui oleh siapapun. Aku benar-benar penasaran dengan namja itu. (>.<) Tapi, di sisi lain aku juga sangat takut popularitasku sebagai anak teladan dan baik di Gangnam High School akan tercemar karena dengan beraninya melakukan perbuatan bodoh itu. Hahaha.. tampaknya aku sedikit narsis. XD

Kembali lagi ke Heechul. Sepertinya aku benar-benar terkena virus Love at the First Sight dengannya. Aku benar-benar menyukainya sejak hari pertama aku melihatnya di perpustakaan. Aku tidak peduli segala hal aneh tentangnya –seperti yang kuceritakan kemarin-. Yang aku perdulikan hanya, I Love Him. (^^)

Besok, akan kucoba untuk sekedar menyapanya. Alias mencoba untuk menarik perhatiannya. Hahaha.. Hwaiting Sun Young!

.

.

–12 January 2005..

Aku berhasil! Aku berhasil menyapanya, dan dia juga sangat ramah padaku. Tidak seperti yang aku duga sebelumnya. Kukira dia akan mengacuhkan aku karena ia lebih memilih membaca buku-bukunya. Ternyata.. Ah, bahagianya aku hari ini~~ (^w^)

Selama jam istirahat aku terus mengobrol dengannya. And.. you know? DIA SANGAT CEREWET! (=.=) Sangat berbeda dengan penampilannya yang terkesan pendiam. Diantara kami, hanya dia yang paling banyak berbicara. Bertanya segala macam padaku. Dan aku hanya bisa mengangguk dan menggeleng. Karena apa? Karena aku malu berhadapan dengan orang yang kusukai. Apalagi kalau dilihat dari dekat, wajahnya terlihat sangat maniiiis~ (>///<) wajahnya yang manis itu mampu membuatku selalu insomnia di setiap malam. XD

.

.

–15 January 2005..

Hubunganku dengan Heechul semenjak 3 hari yang lalu semakin dekat! Dan kami telah meresmikan mulai sekarang kami adalah sepasang sahabat! (^^) Sebuah awal kesempatan untukku menjadi yeojachingu-nya. Benar begitu bukan? XD

Kami juga sudah saling bertukar nomor handphone. Tapi~ bukan aku yang memintanya duluan! (>.<) Melainkan Heechul! Jadi aku tidak perlu siap-siap memasang muka tembok jika ingin meminta nomornya untuk berkomunikasi lebih dekat. :p

Ahh~ bahagianya akuuuuuuuuu!! (>///<)

.

.

–24 January 2005..

Hobi Heechul yang suka membaca buku mulai tertular padaku. Setiap buku-buku terbaru yang baru saja terbit, baik itu novel atau apalah jenis buku itu, kami berdua selalu pergi ke toko buku untuk memburunya.

Pernah suatu kali aku dan Heechul ingin membeli buku yang sama, tapi buku itu sudah tersisa satu. Kami berdua jadi saling berebutan untuk membacanya duluan di sebuah toko buku. Padahal  bisa saja kan kami membaca buku itu secara bergiliran? Tapi, memang dasar kami memang tidak mau kalah, dan ingin menjadi pembaca pertama buku itu, kami terus saja saling merebut. (==,)

Aku mulai malu saat beberapa karyawan dan pengunjung toko buku itu mulai memerhatikan tingkah kami yang seperti anak kecil saja. Tapi, kami tetap tidak peduli dengan semua hal itu. Aku terus merebut buku itu dari tangan Heechul. Begitu juga Heechul. Tenaganya memang lebih kuat dariku, tapi aku tetap tidak mau kalah dan tetap berusaha merebutnya. (>0<)

Sampai akhirnya..

 

 

“Sun Young-ah!! Berikan buku ini! Kau nanti saja membacanya setelah giliranku!” teriak Heechul sengit dan menatapku garang. Tapi, aku juga membalas tatapannya dengan tatapan yang lebih garang darinya! Pokoknya aku duluan yang harus membaca buku ini. (=.=)

“Ya! Heechul-ya! Kau tidak pernah mendengar istilah ‘Ladies First’? Aku dulu yang harus membacanya!!” ucapku sambil terus menarik buku itu lebih kuat. Sekali aku lengah, Heechul pasti akan membawanya kabur! Itu tidak boleh terjadi! (>w<)

“Jangan pernah berbicara bahasa asing selain bahasa Korea! Karena aku tidak akan pernah mengerti! Apa itu ‘Ledis Pers’? Aku tidak tau artinya. Berikan buku ini! Ppaliwa!!”

“’Ladies First’! Bukan ‘Ledis Pers’! Aniya!! Kau yang cepat berikan bukunya padaku!”

Bisik-bisik pengunjung di sekitar toko ini mulai mengganggu pendengaranku. Aku menoleh, dan benar saja. Banyak orang yang mulai memerhatikan tingkah aneh antara Sun Young-Heechul. Ini memalukaaaan~!! Aku harus cepat mengambil buku ini dan segera pergi dari sini! Aku bersumpah tidak akan kembali lagi kesini! Aku sangat malu!! (T_T)

Seorang karyawan yang sudah cukup tua berjalan tergesa-gesa menghampiri kami. “Agasshi, sebaiknya jangan saling merebut seperti itu, bisa-bisa buku ini..~”

“KAMI TIDAK PEDULI!!” teriakku dan Heechul bersamaan di depan wajah karyawan tua itu. Ia terlihat kaget sekali. Dan memutuskan untuk menjauhi kami. Mungkin aku dan Heechul seperti monster yang menyeramkan saat berteriak seperti itu. Makanya ia segera menjauh. (=x=)

Aku menatap Heechul lagi. “Kim Heechul..~” aku menggeram marah karena Heechul tidak juga melepaskan buku ini. Aku mengumpulkan sisa-sisa tenagaku.yang masih tersisa. Dan…

‘BREEEEEEEEEEK!!’

Aku terlalu kencang menghentakkan buku itu sehingga buku itu robek dan terbelah menjadi dua. Aku tercengang begitu juga Heechul. Masing-masing di tangan kami menggenggam bagian buku yang sudah terbelah itu.

Seketika Heechul menjatuhkan bagian buku yang digenggamnya. Ia mulai berucap pelan dengan nada panik, “Aku tidak akan bertanggung jawab. Ini salahmu, Sun Young-ah..~” ia menolehkan kepalanya. Dan memberiku isyarat kalau karyawan tua itu kembali hadir di antara kami dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah. Habislah. Aku. (T_T)

 

 

Sampai akhirnya.. buku yang ingin kami beli itu menjadi robek karena ulah kami. Dan aku dituntut untuk membayar buku itu 3 kali lipat dari harga yang sebenarnya. Itu karena aku melakukan 3 kesalahan. Satu, saling berebutan buku sehingga membuat keributan di toko itu. Dua, karena berteriak di depan wajahnya. Tiga, karena aku telah membuat buku itu robeeeeek. Seketika uang jajanku untuk bulan ini terkuras habis untuk membayar buku itu. Heechul? Ia sama sekali tidak membantuku membayarnya. Inilah sisi lain yang baru aku temukan dari seorang Heechul, KEJAM. (T_T)

.

.

–13 February 20o5..

Aku sudah memantapkan hatiku untuk mengatakan cintaku pada Heechul. (^0^) Besok, tepat di hari valentine, aku akan berjuang untuk mengatakan rasa sukaku padanya yang sudah sejak lama. Ahh~ aku tidak sabar untuk menanti hari besok. Aku berharap Heechul akan menerimaku! Kalau ia benar menerimaku, tanggal 14 February 2005 besok akan menjadi hari yang paling spesial untukku. (>.<)

Seharian ini, aku merelakan diriku untuk terus berkutat di ruangan dapur. Aku memasak! Aku membuat kue coklat yang berbentuk hati khusus untuknya. Kue coklat itu akan aku berikan padanya besok. Semoga saja dia menyukai masakanku. Lalala~ Naega michyeo michyeo Baby. (^^)

.

.

–14 February 2005..

Tidak. Tidak jadi. Aku tidak jadi mengatakan cintaku pada Heechul, ataupun memberikan kue coklat itu untuknya. Karena seseorang hadir secara tiba-tiba di sekolahku. Dia datang sebagai murid baru sekolahku. Lalu apa masalahnya?

Dia seseorang yang kusukai sebelum Heechul. Kami adalah teman semasa SMP sewaktu aku masih tinggal di Busan. Aku pernah bilang kalau aku menyukainya, tapi dia menolakku dulu. Tapi, entah kenapa tiba-tiba saja sekarang dia berubah pikiran, dan malah mengatakan ‘saranghae’ padaku tadi pagi. Dia bilang dia baru sadar kalau dia menyukaiku setelah aku meninggalkan Busan, melanjutkan sekolahku di Seoul. Dia berusaha keras untuk mencari segala tentangku dan menyusulku ke Seoul. TAPI INI SAAT YANG TIDAK TEPAT UNTUK DIA DATANG..

Karena dia datang, aku jadi gelisah seperti ini. Karena dia datang, aku tidak lagi memikirkan Heechul seharian ini, tidak seperti biasanya. Karena dia datang, aku jadi bingung untuk memilih antara Heechul dan Junsu. Eothokke?

 

 

–20 February 2005..

“Annyeong..” sapaku saat memasuki ruang perpustakaan sekolahku. Sudah lama aku tidak kesini. Karena hari-hariku aku selalu saja menemani Junsu kemanapun ia pergi. Bukan aku yang mengikutinya, tapi dia yang memaksaku untuk terus berada di sampingnya. Dengan bersekolahnya ia disini, membuatku seperti terikat dengannya. (T_T)

Heechul ada disana, seperti biasanya. Duduk diam sambil membaca sebuah buku. Tapi, kenapa hari ini dia sungguh berbeda? Kalau aku sudah datang, dia pasti akan segera menyapaku dengan wajah cerianya yang manis. Kali ini… dia tetap terdiam.

“Annyeong~~” sapaku lagi agak keras. Mencoba menarik perhatiannya. Mungkin saja tadi suaraku terlalu pelan. Sehingga ia tidak mendengarnya. Mungkin saja..

Heechul tetap seperti itu. Sama sekali tidak bergeming. Seperti tidak menyadari kedatanganku. Apa suaraku tadi kurang keras, Kim Heechul?!

Aku langsung menghampiri Heechul dan langsung duduk di sebuah kursi tempatnya membacanya buku itu. Bahkan dalam jarak dekat seperti ini saja ia tidak menyapaku. Apa dia memusuhiku? Tapi, apa salahku padanya?

“Heechul-ya, buku apa yang sedang kau baca? Boleh aku melihatnya?” tanyaku berbasa-basi. Ia menoleh sebentar, tapi kembali memfokuskan pandangannya ke buku itu. Aku menatapnya jengah, dan dengan paksa menarik buku itu dari hadapannya. Kesabaranku sudah habis karena sedari tadi dia terus mengacuhkan aku. “Kau marah padaku? Kenapa tidak berbicara padaku sedikit pun?!”

“Apa itu bermasalah? Bukannya akhir-akhir ini kita memang jarang berbicara, Sun Young-ah?” sahutnya ketus. Aku terperangah mendengar kata-katanya. Dia beranjak berdiri dari kursi lalu menarik buku itu dari tanganku. Dengan santainya dia malah melenggang keluar meninggalkanku yang hanya bisa memandang kepergiannya dengan hati yang terasa nyeri sekali.

Tanpa Heechul sadari, sebuah kertas terjatuh dari dalam buku yang ia ambil tadi. Aku mengambilnya, dan membaca tulisan di kertas itu.

‘Neo gateun saram tto eopseo’

 

 

–28 February 2005..

Semenjak hari itu Heechul terus mengacuhkanku. Setiap aku hubungi handphonenya, dia selalu saja tidak mengangkatnya. Di sekolah, aku selalu menyapanya, tapi, dia tidak menyapaku balik. Dia pun sudah jarang mengajakku berburu buku-buku seperti biasanya. INI SUNGGUH MENYAKITKAN! Bahkan lebih menyakitkan daripada saat Junsu menolakku dulu. Sebenarnya apa salahku padanya?! Cobalah katakan padaku, Heechul! Agar aku tidak tertekan seperti ini! (T_T)

Dan lagi, apa maksud dari tulisan di kertas Heechul yang kutemukan itu? ‘Neo gateun saram tto eopseo’? Tidak ada seorang pun selain dirimu? Apa Heechul sudah mempunyai seorang.. Yeojachingu?

 

 

15 March 2005..

Aku mondar-mandir di depan ruang perpustakaan. Biasanya di jam istirahat begini Heechul selalu ada disini. Tapi, kini dia tidak ada. Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya. Memperbaiki hubungan kami yang sudah benar-benar semakin buruk.

Berulang kali kulongokkan kepalaku ke dalam perpustakaan, barangkali Heechul duduk di pojokan sehingga aku tidak melihatnya. Seluruh penjuru sudah aku amati. Nihil, Heechul memang benar-benar tidak ada disini.

“Mencari Heechul?” seseorang menepuk pundakku. Kutolehkan kepalaku cepat, dan menemukan sosok Junsu yang tengah tersenyum sinis. “Kau mencari orang aneh itu?”

Aku memandangnya skeptis, “Jangan pernah kau sebut dia aneh, karena kau belum pernah mengenalnya.” desisku.

“Aku mengenalnya Sun Young-ah..,” dia tertawa kecil. Entah kenapa aku merasa tawanya itu sungguh memuakkan. “Nama lengkapnya Kim Heechul, berumur satu tahun diatasmu, teman dekatmu sejak 2 bulan lalu, dan merupakan rivalku untuk menarik perhatianmu..”

Aku sedikit kaget mendengar ucapannya. Junsu telah banyak berubah. Setahuku dia tidak pernah bersikap sinis seperti ini. Karena aku tidak mungkin menyukai seseorang yang suka bersikap sinis.

“Dan kau menyukainya kan?” tanyanya. “Sadarlah, Sun Young-ah~ seharusnya kau memilih aku. Aku masih lebih baik dibandingkan dia. Kau bandingkan saja antara dia dan aku, bagaikan langit dan bu—”

‘PLAAAAAK!!’

Aku menamparnya keras, dia terlihat kaget dengan perbuatanku yang tiba-tiba. Perlahan pipinya mulai memerah. Junsu memandangku tidak percaya. “Menurutku Heechul masih lebih baik darimu, Junsu-ssi!!!”

 

 

–15 March 2005..

Sekarang aku sudah bisa memilih di antara mereka. Tentu saja aku akan memilih Heechul. Mana mungkin aku memilih Junsu yang menyebalkan itu? Yang seenaknya mengatai Heechul aneh! Aku benci dia! Asal tau saja, Heechul adalah orang terbaik yang pernah aku temui. Tidak pernah sekali pun aku melihatnya bertingkah aneh! Apa salah jika hobinya adalah menyendiri di perpustakaan? Apa itu aneh? Junsu benar-benar pabo!! Rasanya aku ingin melempari namja itu dengan sepatu!

Dan.. sepertinya aku harus pergi ke rumah Heechul sore ini. Tadi pagi, dia benar-benar menghilang di sekolah. Dimanapun aku mencari dia tetap tidak ada. Aku benar-benar khawatir padanya. Untunglah dia pernah memberiku alamat rumahnya. Jadi aku tidak perlu bingung.

Juga.. sore ini aku benar-benar akan mengatakan yang sejujurnya tentang perasaanku pada Heechul!

 

 

–15 March 2005, 3.45 PM. Heechul’s Room..

“Annyeong..” aku membuka pintu kamar Heechul dengan perlahan. Didalamnya kulihat Heechul sedang duduk menyandar pada rak yang penuh buku-buku sambil menulis sesuatu di sebuah.. kartu? Entahlah, aku tidak bisa melihatnya lebih jelas karena Heechul berusaha menutupinya. Wajahnya terlihat sangat kaget melihat kedatanganku. Namun sekilas, aku dapat melihat dia tersenyum kecil. “Sun–Sun Young-ah?! Sedang apa kau disini?” tanyanya.

 

 

“A—aku khawatir padamu. Kenapa kau tidak ada di sekolah hari ini? Apa kau sakit?” tanyaku. “Aniya.” jawab Heechul seadanya.

Aku masuk ke kamar Heechul dan ingin menghampirinya. Tapi, baru beberapa langkah, ia menahanku dengan teriakan kencangnya. “Diam disitu! Jangan mendekatiku!!”

Aku mengerutkan dahiku heran. “Waekurae?” tanyaku. Heechul hanya berdehem salah tingkah. “Pokoknya jangan! Sampai kau mendekat, aku takkan berbicara padamu seperti kemarin. Tapi, untuk selamanya!” tegasnya lagi yang membuatku tersenyum kecut. (=3=)

Ia meneruskan pekerjaan menulisnya di kartu itu, sambil sesekali matanya melirik ke arahku. Mungkin dia takut kalau aku mencoba-coba mengintip. Ia terus saja tersenyum-senyum saat menulis. Apa yang sebenarnya dia lakukan? Aku penasaraaaan~ (-___-)

 

 

“Yap! Sudah. Kemarilah Han Sun Young~” ajaknya sambil melambai-lambaikan tangan. Aku meghampirinya sambil tersenyum senang. Dia sudah mau berbicara padaku lagi. Senangnyaaa~ XD

Tapi, ada sesuatu pertanyaan yang mengganjal benakku. “Heechul-ya, kenapa kemarin-kemarin kau tidak mau berbicara padaku? Apa aku ada salah padamu? Katakan!” suruhku. Ia langsung tersenyum masam. “Aku.. cemburu pada Junsu. Akhir-akhir ini kau selalu saja dengannya. Dan aku dilupakan.” Heechul mengalihkan pandangannya dariku.

APA? Cemburu? Apa aku salah mendengar? “Mworago? Aku tadi tidak dengar.”

“Tidak ada siaran ulang!” serunya dengan wajah yang memerah. Arrggh.. Heechul menyebalkan. X(

“Geureom, kalau kau penasaran dengan ucapanku tadi, kau baca saja ini, Sun Young-ah..” katanya sambil menyerahkan kartu itu ke hadapanku. Heechul tersenyum-senyum lagi. Wajahnya semakin terlihat manis. (>///<) Ahh~ aku jadi berdebar sendiri saat mengambil kartu yang bergambar hati di depannya itu.

 

 

Aku membuka kartu itu perlahan, dan bait demi bait kata yang ia tuliskan disitu mampu membuatku melongo hebat. Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi. Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul. Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi. Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom.”

Rasanya~ aku pernah membaca bait pertamanya. ‘Neo gateun saram tto eopseo’? Ya, kata itu sangat familiar. Aku berusaha berpikir keras. Tunggu, bukannya.. kata-kata ini sama dengan yang ada di kertas Heechul yang kutemukan kemarin-kemarin itu?!

“Itu.. lirik lagu yang khusus kubuat untukmu.” ucap Heechul dengan wajah tersipu. Aku semakin mengangakan mulutku lebih lebar. Apa ini artinya.. Hee—Heechul menyukaiku?! Ini.. AMAZING!! (>0<)

“Sa—sarang.. HAH~!” Heechul menghela napasnya susah. “Sun Young-ah! Aku tidak bisa mengatakan hal itu! Tapi, kau tetap mengerti maksud dari lirik lagu itu, kan? Aku.. aku men— haisssh! kenapa susah sekali?!” Heechul jadi gusar sendiri sambil mengacak-acak rambutnya gemas. Aku hanya tertawa. “Ya. Aku mengerti. Tapi, aku ingin mendengarnya langsung darimu. Ayolaaah, Oppa~” paksaku. Tanpa sadar, aku telah memanggil Heechul ‘Oppa’. Tapi.. itu tidak masalah kan? (^w^)

Heechul mencoba rileks, “Jujur, aku belum pernah mengatakan cinta pada seorang yeoja. Jadi, aku benar-benar gugup untuk mengucapkannya. Aku tidak masuk hari ini karena ingin berlatih di rumah untuk menembakmu besok.” ia mengacak-acak kembali rambutnya yang blonde. “Jeongmal sarang— hhh.. TIDAK BISA SUN YOUUUUNG~~!!” Heechul semakin frustasi. Aku tertawa semakin kencang.

“Ppaliwa! Aku tidak akan menerima cintamu kalau kau tidak mengucapkan saranghae padaku.” ancamku. “S-A-R-A-N-G-H-A-E Oppa! Katakan dengan cepat! Itu sangat mudah! Bagaimana sih..”

“Geureom, Sa—SARANGHAE HAN SUN YOUNG.” ucapnya lalu tersenyum lebar menatapku.

Aku menjadi histeris sendiri. (>0<) “NAH~ bisa kaaaaan? NA DO SARANGHAE KIM HEECHUL~~!!

 

 

Berakhir sampai disini kisah cintaku bersama Kim Heechul~ (^w^)

Walaupun menurut orang Kim Heechul itu aneh, tapi bagiku dia begitu so sweeeeet~ dan dia juga setia padaku. :3

Karena sudah hampir 5 tahun dia menjadi namjachinguku! Dan tidak sekali pun dia melirik yeoja lain! Hehehe..

Aku sungguh beruntung memiliki Heechul. (>///<)

Tetap, diminta komennya dari kalian semua tentang kisah kami berdua.. *hug Heechul*

Yasudah.. annyonghi kashipshiyo!

 

-THE END-

# to be continued to next pairing

Advertisements

About sehvnhan

Just a little girl who lives in her imagine world.

Posted on January 9, 2012, in Fanfiction, There's No Other Like You and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: