Bad Surprise?

tumblr_mhmkex6rJk1r1u3ezo1_500

Menunggu adalah pekerjaan yang amat sangat membosankan.

Han Nayeon mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke atas meja makan dengan tampang bosan. Sudah hampir 15 menit ini ia hanya berlaku seperti itu tanpa ada keinginan untuk melakukan kegiatan lain. Tanpa sengaja sudut matanya melirik jam yang tertempel manis di tembok dapur. Sudah hampir pukul sepuluh malam, Nayeon menghela nafas panjang, entah untuk keberapa kalinya dalam 3 jam terakhir ini.

Jarum jam itu terus berputar, dan tepat 2 jam lagi hari ini akan segera berakhir. Kalau bukan hari ini hari yang spesial–setidaknya untuknya, Nayeon pasti akan lebih memilih untuk segera tidur daripada menghabiskan waktu selama 3 jam hanya untuk menunggu pria itu.

Pandangan Nayeon beralih lagi ke meja makan, menatap segala sajian makanan yang sudah di tata sedemikian rapi olehnya. Seharian ini, ia sudah merelakan dirinya untuk berkutat di dapur hanya untuk memasak segala jenis makanan yang di sukai oleh pria itu. Tapi sepertinya usaha memasaknya itu berakhir percuma, makanan itu sudah mendingin dan Nayeon yakin rasanya pasti telah berubah.

Nayeon mulai menggerutu kesal, pria itu mengingkari janjinya tadi pagi. Katanya ia akan pulang jam 7 malam, tapi nyatanya? Aish, tampaknya surprisenya kali ini akan berakhir buruk.

Merasa jengah, akhirnya Nayeon meraih ponsel di dalam saku bajunya, menimang-nimangnya sebentar sebelum memutuskan untuk mengirimi pria itu sebuah pesan singkat.

To: Mr. Cho (=///=)

Pekerjaanmu di kantor belum selesai, Kyuhyun-ah?

1 menit… 5 menit… 10 menit… Nayeon terus memfokuskan pandangannya ke layar ponselnya, sudah 10 menit tapi belum ada sama sekali sebuah pesan balasan dari Kyuhyun. Biasanya, belum sampai 1 menit setelah Nayeon mengiriminya sebuah pesan, Kyuhyun pasti sudah membalasnya. Lagi-lagi Nayeon menghela nafasnya, sebanyak apa sih pekerjaannya sampai-sampai pesannya itu di abaikan? Atau… Dia memang sengaja mengabaikan pesannya?

Argh! Nayeon mendesis kesal. Sepertinya pesannya itu memang sengaja di abaikan. Mengingat akhir-akhir ini Kyuhyun selalu saja bertingkah cuek padanya semenjak kejadian 3 hari yang lalu itu.

“Ya! Kyuhyun-ah, ayo buka mulutmu!”

Shireo!” dengan cepat, tangan Kyuhyun bergerak menjauhkan sendok berisi nasi dan sayuran yang hendak di suapkan oleh Nayeon. Sementara kedua matanya masih fokus menatap layar PSP-nya.

Nayeon menggembungkan pipinya, merasa sebal. “Kenapa kau tidak mau sekalipun makan sayuran sih?”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya sejenak. “Bukannya kau sudah tau kalau aku benci sekali dengan yang namanya sayuran?”

Aish!” Nayeon mendesah. “Kali ini saja, Kyu. Kau kan sedang sakit, kalau makan sayuran pasti cepat sembuh.”

“Sok tahu!” Kyuhyun mencibir. “Sebelum-sebelum ini saat aku sakit juga cepat sembuhnya walaupun tidak makan sayuran, sudah sana jauhkan sayuran itu dariku!”

Nayeon menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mendekatkan kembali sendok berisi nasi dan sayuran itu ke mulut Kyuhyun. “Aniyo! Ayo cepat buka mulutmu, namja pabo!”

Lagi-lagi Kyuhyun menepis sendok itu, kali ini lebih keras, membuat sendok itu terjatuh dan isinya tertumpah sehingga mengotori lantai.

Nayeon mengerang pelan. “Ya! Kau ini… kenap-”

“Nayeon-ah, kalau kubilang tidak mau ya tidak mau! Kenapa kau memaksa sekali sih?!”

Nayeon terkesiap kaget saat Kyuhyun tiba-tiba membentaknya. Well, ini adalah pertama kalinya Kyuhyun membentaknya, jelas saja ia kaget.

Apa kelakuannya terhadap Kyuhyun tadi sudah sangat keterlaluan sampai-sampai di bentak seperti itu?

Baru saja Nayeon hendak membuka mulutnya untuk meminta maaf, Kyuhyun sudah berlalu pergi keluar kamar dan menutup pintunya dengan keras.

Untuk beberapa saat, Nayeon merasa itu bukan Cho Kyuhyun yang konyol seperti yang di kenalnya 3 bulan terakhir ini.

Jadi… apa dia masih marah karena hal itu?

Konyol. Benar-benar konyol. Lama-lama kalau terus di abaikan seperti ini Nayeon bisa-bisa saja mengajukan surat cerai pada Kyuhyun.

Apa? Cerai?

Tangan Nayeon bergerak menampar pelan pipinya. Bagaimana bisa ia sampai memikirkan untuk bercerai dengan Kyuhyun hanya karena gara-gara pertengkaran sepele mereka kemarin?

Nayeon kembali melirik jam dinding, sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas. Ia menguap, kali ini rasa kantuknya benar-benar sudah tidak tertahankan.

Nayeon meletakkan kepalanya di atas meja makan. Sebelum kedua matanya terpejam sempurna, ia sempat mengecek ponselnya, berharap Kyuhyun sudah membalas pesannya.

Tapi pada kenyataannya, belum ada sama sekali pesan balasan dari Mr. Cho.

Yeoja pabo.”

Kyuhyun terkekeh pelan ketika melihat Nayeon tertidur pulas di atas meja makan. Ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu apartment, hanya sekedar memastikan kalau ia sudah mengunci pintu itu dengan benar. Lalu dengan langkah mengendap-endap–nyaris terlihat seperti pencuri, ia menghampiri meja makan dan duduk di kursi tepat di sebelah Nayeon.

Sebenarnya sudah sedari tadi ia pulang, hanya saja ia sengaja tidak langsung masuk ke apartment, alasannya apalagi kalau bukan untuk mengerjai Nayeon.

3 hari ini juga sebenarnya ia hanya berpura-pura mengabaikan Nayeon, dan smsnya tadi… ia juga sengaja mengabaikannya. Lagi-lagi Kyuhyun terkekeh. Konyol memang, di hari ulang tahunnya, yang di kerjai malah Nayeon, bukan dirinya.

Kyuhyun melirik sajian makanan yang di hidangkan Nayeon di atas meja makan sambil mengangkat sebelah alisnya. Apa Nayeon sendiri yang memasak semua makanan ini? Terlihat sangat berlebihan menurutnya. Meskipun semua makanan yang ada di atas meja makan itu adalah makanan yang di sukainya, tetap saja ia tidak yakin perutnya bisa menampung makanan sebanyak itu.

Tangan Kyuhyun bergerak mengelus-ngelus rambut Nayeon seraya tersenyum kecil. Gadis ini… meskipun gadis ini jarang mengungkapkan perasaannya ke Kyuhyun melalui kata-kata, tapi Kyuhyun tahu betul gadis ini sangat menyayanginya. Bukan tidak mungkin jika rasa sayangnya itu melebihi rasa sayang Kyuhyun padanya.

“Kyuhyun-ah, saengil chukhae.”

Kyuhyun nyaris terjengkang dari kursinya ketika melihat Nayeon mengangkat kepalanya dan mengucapkan kalimat itu dengan mata yang masih terpejam sebelah. Sejak kapan ia sudah bangun?

“Kau baru pulang?” Nayeon bertanya sambil mengusap-usap kedua matanya. Berulang kali ia menguap, dan itu membuat Kyuhyun dengan cepat memalingkan wajahnya. Bagaimanapun, nafas orang yang baru bangun tidur itu sangat tidak bagus untuk indra penciumannya (Kyuhyun yakin, kalau ia menyuarakan pikirannya ini, Nayeon tidak akan segan-segan menendangnya keluar dari apartment).

Ne…” Kyuhyun menjawab datar, kemudian untuk kedua kalinya pandangan matanya teralih pada makanan yang ada di atas meja makan.

“Kau yang memasak?” melihat Nayeon mengangguk, Kyuhyun mengerang pelan. “Kenapa sebanyak ini? Siapa yang akan menghabiskannya? Kau pikir perutku dan perutmu itu seperti perut Shindong Hyung?” tanya Kyuhyun, menyebutkan nama seorang rekan kerjanya yang sering ia bawa ke apartmentnya.

Nayeon menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Aku tahu… Tapi berhubung ini hari spesialmu, jadi kupikir-”

“Ini berlebihan, Nayeon-ah,” potong Kyuhyun cepat dengan nada dingin. Ia melirik Nayeon sekilas, wajah gadis itu kini terlihat tampak sangat bersalah. Kyuhyun berusaha untuk menahan tawanya agar tidak meledak. Ternyata menyenangkan juga mengerjai gadis ini.

Mianhae. Apa kau masih marah?” tanya Nayeon. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, tidak mengerti maksud pertanyaan Nayeon.

“Kenapa kau jadi cuek dan dingin seperti ini padaku? Apa kau masih marah karena 3 hari yang lalu aku memaksamu makan sayuran itu?”

Kali ini tawa Kyuhyun benar-benar sudah tidak bisa di tahan lagi. Ia tertawa keras, sementara Nayeon menatapnya dengan pandangan aneh. “Kenapa kau malah tertawa, hah?”

Tangan Kyuhyun terangkat ke udara untuk mengacak-acak rambut Nayeon. Gadis itu seketika merengut, rambutnya jadi berantakan karena ulah Kyuhyun.

“Kau ini bodoh apa bagaimana, Mrs. Cho?”

Kali ini Nayeon yang mengangkat sebelah alisnya. “Maksudmu?”

“Apa kau tidak sadar kalau 3 hari ini, aku mengerjaimu?”

Mendengar perkataan Kyuhyun yang terakhir, seketika Nayeon langsung melayangkan tinjunya ke lengan Kyuhyun. Cukup kuat, sehingga berhasil membuat Kyuhyun meringis kesakitan di sela-sela tawanya. Istri sadis, gumam Kyuhyun dalam hati.

“Menyebalkaaan!! Jadi kemarin kau hanya pura-pura marah?!” Nayeon semakin brutal melayangkan tinjunya. Menanggapi serangannya itu, Kyuhyun segera bangkit dari kursinya dan mulai berlari mengitari meja makan, menghindari Nayeon.

Sekarang kedua orang itu saling berlarian mengitari meja makan, terus seperti itu sampai akhirnya Kyuhyun menghentikan lariannya dan berbalik secara mendadak, membuat Nayeon yang berada di belakangnya langsung saja menubruk tubuh Kyuhyun. Dengan cepat kedua tangan Kyuhyun melingkari pinggang Nayeon, menahannya agar tetap berada di pelukannya.

“Satu jam lagi ulang tahunku akan berakhir. Kau masih ingin marah atau merayakannya?”

-end-

 

Happy birthday Cho Kyuhyun!

Ini ff gue buat sebagai hadiah spesial (pake telor) buat lo hahahahah but I know, this is… this is… TOTALLY FAIL (apalagi pas ending cz52) I’m sorry OTL

To silent reader, comment please? cz27

Advertisements

About sehvnhan

Just a little girl who lives in her imagine world.

Posted on February 3, 2013, in Oneshoot and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: